Translator Pada Teknik Kompilasi
TEKNIK KOMPILASI
PERTEMUAN 2
Nama : Ramdan Alfarisi
NIM : 181011401896
Kelas : 06TPLP017
Translator : Compiler & Interpreter
A. Pengertian Translator
Translator adalah suatu program dimana mengambil input sebuah program yang ditulis pada satu bahasa program (source language) ke bahasa lain (The object on target language).
Jika source language adalah high level language, seperti cobol, pascal, fortran maka object language adalah low-level language atau mesin language. Translator seperti ini disebut COMPILER.
Translator melakukan pengubahan source code/program sumber ke dalam target code/object code. Source code ditulis dalam sumber sedangkan object code bisa dalam bahasa pemrograman lain atau bahasa mesin pada suatu komputer.
Terdapat beberapa alasan kenapa dinutuhkan nya sebuah Translator diantaranya ialah :
- Dengan bahasa mesin adalah bahasa bentuk bahasa terendah komputer, berhubungan langsung dengan bagian bagian komputer seperti bits, register & sangat primitive.
- Jawaban atas pertanyaan ini akan membingungkan bagi programmer yang membuat program dengan bahasa mesin.
- Bahasa mesin adalah tidak lebih dari urutan 0 dan 1.
- Instruksi dalam bahasa mesin bisa saja dibentuk menjadi micro-code, semacam prosedur dalam bahasa mesin.
- Bagaimana dengan orang tidak mengerti bahasa mesin.
B. Macam - macam Translator
- Interpreter
Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut di eksekusi.
Interpreter atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai (Juru Bahasa) berbeda dengan translator atau penterjemah dalam segi media yang dipakai untuk menerjemahkan. Interpreter akan menterjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran secara langsung atau orally sementara translator akan menerjemahkan bahasa sumber ke bahasa sasaran secara tertulis.
- Asemmbler
- Linker
- Kompilator (Compiler)
C. Kemampuan yang dibutuhkan translator /penterjemah
- Kemampuan untuk bekerja dengan tenggat waktu
- Pengetahuan umum yang baik
- Fasih dalam bahasa tertentu (khususnya bahasa internasional yaitu bahasa inggris ) baik lisan dan tulisan
- Kefasihan dalam beberapa bahasa, setidaknya dua bahasa asing
- Keterampilan IT
- Ketika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa butuh kode sumber. Sedangkan Interpreter butuh kode sumber.
- Pada kompiler terdapat 2 tahap yaitu, parsing (pembuatan kode objek) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ), Sedangkan interpreter tidak ada proses terpisah.
- Pada kompiler bisa dilakukan peninkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Sedangkan interpreter susah atau bahkan tidak bisa di tingkatkan.
Komentar
Posting Komentar