Tugas Teknik Kompilasi ( Analisis Sintaksis ) - Pertemuan 12

Pengertian Sintaksis

Sintaksis adalah cabang ilmu linguistik yang mengkaji seluk-beluk tata bahasa dalam satuan kalimat. Pengertian tersebut sejalan dengan pendapat Ramlan (2009, hlm. 1) yang mengungkapkan bahwa sintaksis adalah bagian atau cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frasa.

Kata sintaksis ini berasal dari Yunani, yakni  “sun” serta “tatein”, yang memiliki arti “ menempatkan”. Jadi kata sintaksis ini secara etimologis adalaha menempatkan bersama-sama kata-kata itu menjadi kelompok kata atau kalimat. Dengan kata lain sintaksis ini ialah tata bahasa yang membahas hubungan antar kata itu di dalam tuturan.

Pengertian Sintaksis menurut para ahli :

  1. Carnie - Carnie (2007) menyatakan bahwa sintaksis adalah “studies of level of language that lies between words and the meaning of utterance: sentence”. Artinya, sintaksis merupakan ilmu bahasa yang mempelajari mtentang kata dan makna ujaran dalam sebuah kalimat.
  2. Abdul Chaer - Sintaksis adalah cabang liguistik yang menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan yang lainnya, serta penyusunan sehingga menjadi satuan ujaran (Chaer, 2015).
  3. Manaf - Manaf (2009, hlm. 3) menjelaskan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membahas struktur internal kalimat. Struktur internal kalimat yang dibahas adalah frasa, klausa, dan kalimat.
Kajian utama sintaksis seperti yang disebutkan pula dari berbagai pengertian di atas adalah kalimat. Namun, kalimat sendiri memiliki struktur internal yang membentuknya berupa frasa dan klausa. Berikut adalah penjelasan satuan-satuan yang dikaji dalam sintaksis.

Struktur Sintaksis

Secara umum struktur dari sintaksis ini terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), serta keterangan (K) yang berkenaan dengan fungsi sintaksis. Nomina, verba, ajektifa, dan juga numeralia berkenaan dengan kategori sintaksis. Sedangkan untuk pelaku, penderita, serta penerima itu berkenaan dengan peran sintaksis.

Eksistensi struktur sintaksis terkecil itu ditopang oleh urutan kata, bentuk kata, serta intonasi; dapat juga ditambah dengan konektor yang biasanya disebut dengan sebutan konjungsi. Peran ketiga alat sintaksis tersebut tidak sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.

Alat Sintaksis

Alat sintaksis ini berfungsi ialah untuk menunjang eksistensi struktur sintaksis terkecil. Dibawah ini merupakan alat sintaksis diantaranya sebagai berikut :

  • Bentuk Kata - Derajat bentuk kata di dalam Bahasa Indonesia serta  Bahasa Latin tidak sama. Dalam Bahasa Latin itu bentuk kata berperan mutlak sedangkan di dalam Bahasa Indonesia itu tidak. Dalam bahasa latin urutan kata itu hampir tidak memiliki peran. Sedangkan untuk di dalam Bahasa Indonesia itu memiliki peranan penting.
         Contoh :

         (i) Ibu menyapu lantai

         (ii) Ibu disapu lantai

         (iii) Ibu tersapu (oleh) lantai
  • Konektor - Biasanya, konektor ini berupa morfem atau juga gabungan morfem yang dengan secara kuantitas itu merupakan kelas yang tertutup. Konektor memiliki fungsi untuk menghubungkan satu konstituen itu dengan konstituen lain baik yang berada dalam atau juga diluar kalimat. Terdapat 2 jenis konektor diantaranya yaitu:\
    1. Konektor koordinatif, merupakan konektor yang menghubungkan dua konstituen yang sama kedudukannya (sederajat). Contohnya seperti: dan, atau, tetapi.
    2. Konektor Subordinatif, merupakan konektor yang menghubungkan dua buah konstituen yang kedudukan nya tidak sederajat. Contohnya seperti: kalau, meskipun dan karena.
  • Intonasi - Perbedaan modus kalimat Bahasa Indonesia itu ditentukan oleh intonasi daripada komponen segmentalnya. Batas antara subek serta predikat dalan Bahasa Indonesia itu ditandai dengan intonasi berupa nada naik serta tekanan.
  • Urutan Kata - Urutan kata ini merupakan letak kata atau posisi kata yang satu dengan yang lain di dalam suatu kontruksi sintaksis. Dalam Bahasa Indonesia urutan kata ini sangat penting. Perbedaan urutan kata itu menimbulkan perbedaan makna. Contohnya seperti kontruksi tiga jam mempunyai makna yang tidak sama dengan kontruksi urutan tiga jam. Namun terdapat bagian lain dari kalimat Bahasa Indonesia yang tidak bias dipindahkan tempatnyaitu  tanpa mengubah makna gramatikal kalimat tersebut.
Analisis Sintaksis

Analisis sintaksis berarti mengidentifikasi unsur-unsur yang membentuk satuan bahasa dalam konteks kalimat. Hal ini adalah peran utama dari kajian sintaksis sebagai cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk pembentukan kalimat.

Menurut Verhaar (2010), secara sistematis sintaksis terdiri atas tiga tataran, yaitu: fungsi, kategori, dan peran. Oleh karena itu, analisis sintaksis juga dapat dilakukan pada tiga tataran tersebut. Berikut ini adalah penjelasannya.

Analisis Fungsi Sintaksis

Fungsi Sintaksis adalah “apa fungsi dari kata dalam suatu kalimat”. Fungsi sintaksis meliputi: subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing fungsi tersebut.

Kategori Sintaksis

Kategori sintaksis adalah bentuk-bentuk tertentu yang mengisi fungsi sintaksis untuk menggambarkan perbedaan kelas kata yang digunakan dalam membentuk suatu kalimat, seperti: nomina, pronomina, verba, adjektiva, adverbial, preposisi, dan konjungsi.

Menurut Chaer (2009, hlm. 27) kategori sintaksis adalah jenis atau tipe kata atau frasa yang menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis. Alwi dkk (2003, hlm. 36) menyatakan bahwa bahasa Indonesia memiliki empat kategori sintaksis yang utama, yakni:
  1. verba atau kata kerja,
  2. nomina atau kata benda,
  3. adjektiva atau kata sifat,
  4. adverbia atau kata keterangan.
Di samping kategori utama, terdapat juga kata tugas yang terdiri atas preposisi atau kata depan, konjungsi atau kata sambung, dan partikel.

Peran Sintaksis

Peran sintaksis adalah makna semantis tertentu yang mengisi fungsi sintaksis. Peran tersebut mencakup makna semantis, yakni: aktif, pasif, statif, posesif, pelaku, penerima, dan lain-lain. Contohnya adalah bagaimana sintaksis membedakan kalimat aktif dan pasif.

Pengertian kalimat aktif dan pasif dalam kalimat menyangkut beberapa hal, yaitu (1) macam verba yang menjadi predikat, (2) subjek dan objek, dan (3) bentuk verba yang dipakai. Untuk itu, perhatikan contoh berikut ini.

Kalimat AktifKalimat Pasif
Ibu Gubernur Bali akan membuka pameran ituPameran itu akan dibuka oleh Ibu Gubernur Bali.

Dalam bahasa Indonesia, kalimat aktif ditandai dengan prefiks meng- pada verba seperti membuka. Cara pemasifan kalimat aktif dapat dilakukan dengan cara berikut. (a) Pertukarkanlah S dan O. (b) Gantilah prefiks meng- dengan di- pada P. (c) Tambahkan kata oleh di muka unsur yang tadinya S.

Komentar